RPP Memahami sifat Dasar Sinyal Audio

RANCANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN (RPP)

 

Mata Pelajaran            :  Kompetensi Kejuruan

Kelas / Semester          :  X / 1

Tahun Pelajaran           :  2011-2012

Alokasi Waktu            :  6 jam (3 x pertemuan)

Standar Kompetensi   :  Memahami Sifat Dasar Sinyal Audio

Kompetensi Dasar       : Memahami elemen gelombang, jenis-jenis dan interaksi gelombang

 

Indikator

  • Dijelaskan pengertian gelombang
  • Dijelaskan elemen gelombang
  • Dijelaskan jenis-jenis gelombang
  • Dijelaskan interaksi gelombang

 

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini siswa diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian gelombang.
  2. Menjelaskan elemen gelombang.
  3. Menjelaskan jenis-jenis gelombang.
  4. Menjelaskan interaksi gelombang.

 

Materi Pembelajaran

  1. Penegrtian Audio

Audio diartikan sebagai suara atau reproduksi suara.

Gelombang suara : gelombang yang dihasilkan dari sebuah benda yang bergetar.

Gelombang suara memiliki lembah dan bukit, satu buah lembah dan bukit akan menghasilkan satu siklus ( periode).

Frekuensi adalah jumlah  siklus yang terjadi dalam satu detik.(Satuan Hz)

 

AREA BIDANG AUDIO :

q  Studio Sound Engineer

q  Live Sound Engineer

q  Musician

q  Music Producer

q  DJ (Disc Jocky)

q  Teknisi radio

q  Perekam suara Film/Television Field Sound  Engineer

q  Editor Audio Post-Production Audio Creator

 

Dua hal pemahaman tentang audio yaitu:

v  Gelombang suara:  apa itu suara, bagaimana menghasilkan dan bagaimana mendengarkannya

v  Peralatan suara : apa perbedaan komponen, bagaimana kerjanya, bagaimana memilih peralatan yang benar dan bagaimana menggunakannya dengan tepat.

v  Gelombang dengan frekuensi konstan

 

 

 

Getaran udara ini menyebabkan gendang telinga pendengar bergetar dengan pola yang sama

 

Panjang Gelombang: Jarak antar titik gelombang dan titik ekuivalen pada fasa   berikutnya.

 

Amplitudo : Kekuatan atau daya gelombang sinyal. Tinggi gelombang yang bisa dilihat sebagai grafik.

v  Frekuensi : Jumlah getaran yang terjadi dalam waktu satu detik

v  Getaran gelombang suara semakin cepat, frekuensi semakin tinggi.

v  Frekuensi lebih tinggi diinterpretasikan sebagai jalur lebih tinggi.

 

2. FREKUENSI, PERIODE DAN FASA

Frekuensi (F) :  jumlah getaran yang terjadi dalam waktu satu detik atau banyaknya gelombang/getaran listrik yang dihasilkan tiap detik.

Perioda (T) :  selang waktu yang diperlukan untuk melakukan satu getaran sempurna.

v  Hubungan antara Periode dan Frekuensi :

f = 1/T    à  T  = 1/f

Ket :

f  :  frekuensi, dalam siklus per detik(Hz)

T :  periode (detik).

Jika kecepatan perputaran sudut dinyatakan dengan ω, maka frekuensinya sama dengan kecepatan sudut dibagi dengan besarnya sudut satu putaran penuh (2 π) atau dapat ditulis :

f =  ω /2π   à  ω = 2 π f

Dengan pengertian ω adalah kecepatan sudut dalam Radial/detik.

 

PERCAMPURAN GELOMBANG

  1. Gelombang suara dalam fasa   yang sama dijumlahkan menghasilkan gelombang yang lebih kuat.
  2. Gelombang suara dengan fase berlawanan, tertinggal 180 derajat masing-masing dijumlahkan menghasilkan nol. Ini banyak dijumpai pada kerja piranti penundaan noise.
  3. Gelombang suara yang mempunyai hubungan fasa   bervariasi menghasilkan pengaruh suara yang berbeda.

3. PROPAGASI GELOMBANG

Panjang gelombang = kecepatan / frekuensi

ë = c/f

c  = kecepatan rambat gelombang suara (m/detik)

f   = frekuensi (Hertz)

ë  = panjang gelombang (m)

 

4. KOMBINASI GELOMBANG SINUS

5. KOMBINASI GELOMBANG SINUS TERTUNDA

 

Metode Pembelajaran

  • Penugasan
  • Tanya Jawab
  • Simulasi

 

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

a. Kegiatan Awal :     

  • Siswa memberikan laporan pada guru siap untuk belajar.
  • Guru mengkondisikan kelas dengan baik dan mengabsensi siswa
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dari materi yang akan dibahas

 

b. Kegiatan Inti

  • Siswa mampu menjelaskan pengertian gelombang.
  • Siswa mampu menjelaskan elemen gelombang.
  • Siswa mampu menjelaskan jenis-jenis gelombang.
  • Siswa mampu menjelaskan interaksi gelombang.

 

c. Kegiatan Akhir :

  • Siswa dengan bimbingan guru meyimpulkan pelajaran

 

 

 

Alat Dan Bahan

  • AFG
  • CRO
  • Amplifier
  • Mikropon
  • Loud Speaker
  • Desibel Meter
  • Multi Meter

 

Penilaian

 

Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen
Tes tertulis

 

 

 

 

 

 

Daftar pertanyaan
  1. Jelaskan pengertian gelombang.
  2. Jelaskan elemen gelombang.
  3. Jelaskan jenis-jenis gelombang.
  4. Jelaskan interaksi gelombang.

 

Tes praktik    
Tugas-tugas Mencari informasi pada sumber buku yang berkaitan dengan gelombang  

 

 

 

Mengetahui,

Kepala SMK Negeri 1

 Koto XI Tarusan

Drs.  RASFIDARMI

NIP. 19660721 199512 1 001

Waka. Kurikulum

Dra. Desmi Irianti, M.Pd

NIP. 19611227 1986 03 2005

 

Tarusan ,       Juli 2011

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

ALFITH, S.Pd,M.Pd

     

 

RANCANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN (RPP)

 

Mata Pelajaran            :  Kompetensi Kejuruan

Kelas / Semester          :  X / 1

Tahun Pelajaran           :  2011-2012

Alokasi Waktu            :  6 jam (3 x pertemuan)

Standar Kompetensi   :  Memahami Sifat Dasar Sinyal Audio

Kompetensi Dasar       : Memahami sifat dan kegunaan penguat

 

Indikator

  • Dijelaskan prinsip kerja penguat
  • Dijelaskan kegunaan penguat

 

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini siswa diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan prinsip kerja penguat.
  2. Menjelaskan kegunaan penguat.

 

Materi Pembelajaran

  1. AMPLIFIER

Amplifier atau power amplifier berfungsi menguat-kansinyal audio  kemudian di umpankan ke loudspeaker.

v  Fidelitas dan Efisiensi

Fidelity  berarti seberapa mirip bentuk sinyal keluaran hasil replika terhadap sinyal masukan aslinya.

Sistem penguat dikatakan memiliki fidelitas yang tinggi (high fidelity), jika sistem tersebut mampu menghasilkan sinyal keluaran yang bentuknya persis sama dengan sinyal input.

Efisiensi : perbandingan  power output dibandingkan dengan power input. Sistem penguat dikatakan memiliki tingkat efisiensi tinggi (100 %) jika tidak ada rugi-rugi pada proses penguatannya/tidak ada daya yang terbuang menjadi panas.

 

2. MACAM-MACAM PENGUAT

Kelas A

Ciri-ciri :

  • Sinyal keluarannya bekerja pada daerah aktif.
  • Fidelitas yang tinggi
  • Bentuk sinyal keluarannya  sama persis dengan  input
  • Efisiensi yang rendah ( 25% – 50%).
  • Transistor selalu ON sehingga sebagian besar sumber catu daya terbuang menjadi panas.
  • Transistor penguat kelas A perlu ditambah dengan pendingin ekstra (misalnya heatsink yang lebih besar).

 

KELAS B

Ciri-ciri

  • Phuspull / Transistor bekerja bergantian antara Q1 (NPN) dan Q2 (PNP).
  • Panas yang dihasilkan tidak terlalu besar
  • Efisiensi lebih besar (75%)
  • Adanya cacat silang(cross over)
  • Tegangan Power supply +, _ dan Ground

 

KELAS AB

Ciri-ciri

  • Phuspull / Transistor bekerja bergantian antara Q1 (NPN) dan Q2 (PNP).
  • Panas yang dihasilkan tidak terlalu besar
  • Efisiensi lebih besar (50% s/d 75%)
  • Tidak terjadi cacat silang(cross over)
  • Fidelitas Tinggi
  • Terjadi penggemukan sinyal pada kedua transistornya aktifnya pada  saat transisi (gumming).
  • Tegangan Power supply +, _ dan Ground

 

 

KELAS C

Ciri-ciri

  • Hanya memerlukan satu Transistor
  • bekerja aktif hanya pada fasa positif
  • Efisiensi tinggi (100%)
  • Fidelitas lebih rendah dari kelas AB
  • Sering dipakai dalam rangkaian osilator pemancar
  • Bekerja di daerah aktif/linear

 

KELAS D

Ciri-ciri

  • Menggunakan Teknik PWM Pulsa Width Modulation) dimana lebar dari pulsa ini proporsional terhadap amplitudo sinyal input.
  • Bekerja sebagai switching transistor
  • Menggunakan teknik sampling
  • memerlukan sebuah generator gelombang segitiga dan komparator untuk menghasilkan sinyal PWM yang proporsional terhadap amplitudo sinyal input.
  • Untuk Menaikkan fidelitas diperlukan filter
  • Sering dipakai dalam penguat digital 1 bit (on atau off ).

 

KELAS E

Ciri-ciri

  • Mirip penguat kelas C
  • Memerlukan rangkaian LC dengan transistor yang bekerja kurang dari setengah duty cycle
  • Bekerja sebagai switching transistor
  • Biasanya memerlukan  Transistor jenis FET
  • Efisien dan cocok untuk aplikasi yang memerlukan drive arus yang besar namun dengan arus input yang sangat kecil.
  • Disipasi panas kecil
  • Biasanya diaplikasikan pada peralatan transmisi mobile semisal telepon genggam

KELAS T

Ciri-ciri

  • Disebut juga penguat digital
  • Menggunakan konsep modulasi PWM dengan switching transistor serta filter
  • Proses sebelumnya adalah manipulasi bit-bit digital. Di dalamnya ada audio prosesor dengan proses umpanbalik yang juga digital untuk koreksi waktu tunda dan fasa.

 

KELAS G

Ciri-ciri

  • Termasuk penguat analog untuk memperbaiki efisiensi dari penguat kelas B/AB
  • Tegangan supply dibuat bertingkat karena membutuhkan tegangan yang tinggi

 

KELAS H

Ciri-ciri

  • Termasuk penguat analog untuk memperbaiki efisiensi dari penguat kelas B/AB
  • Mirip penguat kelas G dengan tegangan supply yang dapat berubah sesuai kebutuhan
  • Kompleks namun efisien
  • Tinggi rendahnya tegangan supply dirancang agar lebih linier tidak terbatas hanya ada 2 atau 3 tahap saja
  • Tegangan supply mengikuti tegangan output dan lebih tinggi hanya beberapa volt

 

Metode Pembelajaran

  • Penugasan
  • Tanya Jawab
  • Simulasi

 

 

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

a. Kegiatan Awal :     

  • Siswa memberikan laporan pada guru siap untuk belajar.
  • Guru mengkondisikan kelas dengan baik dan mengabsensi siswa
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dari materi yang akan dibahas

b. Kegiatan Inti

  • Siswa mampu menjelaskan prinsip kerja penguat.
  • Siswa mampu menjelaskan kegunaan penguat.

c. Kegiatan Akhir :

  • Siswa dengan bimbingan guru meyimpulkan pelajaran

Alat Dan Bahan

AFG                 Loud Speaker

CRO                Desibel Meter

Amplifier         Multi Meter

 

Penilaian

Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen
Tes tertulis Daftar pertanyaan
  1. Jelaskan prinsip kerja penguat.
  2. Jelaskan kegunaan dari penguat.
Tes praktik    
Tugas-tugas Mencari informasi pada sumber buku yang berkaitan dengan penguat  

 

Mengetahui,

Kepala SMK Negeri 1

 Koto XI Tarusan

Drs.  RASFIDARMI

NIP. 19660721 199512 1 001

Waka. Kurikulum

Dra. Desmi Irianti, M.Pd

NIP. 19611227 1986 03 2005

 

Tarusan ,       Juli 2011

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

ALFITH, S.Pd,M.Pd

     

 

RANCANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN (RPP)

 

Mata Pelajaran            :  Kompetensi Kejuruan

Kelas / Semester          :  X / 1

Tahun Pelajaran           :  2011-2012

Alokasi Waktu            :  6 jam (3 x pertemuan)

Standar Kompetensi   :  Memahami Sifat Dasar Sinyal Audio

Kompetensi Dasar       : Menjelaskan Attenuasi Gelombang

 

Indikator

  • Dijelaskan pengertian attenuasi gelombang
  • Dijelaskan prinsip attenuasi gelombang
  • Dijelaskan koofesien attenuasi gelombang

 

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini siswa diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian attenuasi gelomabang.
  2. Menjelaskan prinsip attenuasi gelomabang.
  3. Menjelaskan kooefisien attenuasi gelomabang.

 

Materi Pembelajaran

  1. PENGERTIAN ATTENUASI

Attenuasi atau attenuator adalah rangkaian yang fungsi / sifatnya berkebali-kan dengan amplifier (melemahkan).

kegunaan attenuator :

a         pelemah/pengerut suatu sinyal

b        penyesuai impedansi (matching impedance)

 

B. MACAM-MACAM RANGKAIAN ATTENUASI

  1. Attenuasi Tipe  L

Tipe attenuasi yang paling sederhana yaitu tipe L ( pembagi tegangan)

Berlaku persamaan :

 

Vout    =          i .  R2

Vout    =          R2/(R1 + R2)  . Vin

Jadi :    Vout/Vin  = R2/(R1 + R2)

Dalam  penguat (amplifier), Vout/Vin adalah penguatan(A)

Jadi  : A   =   Vout /Vin

v  Attenuasi selalu melemahkan/ menurunkan sinyal, maka harga A selalu kurang dari satu.

v  Attenuasi adalah kebalikan dari A maka  dinotasikan dengan a.

Jadi : a = 1/A  = Vin/Vout

a disebut pelemahan

 

2. Karakterstik Resistansi Dari Attenuasi Simetris

Attenuasi simetris yaitu dua tipe attenuasi lain (selain tipe L : tipe T dan π).

Attenuasi juga dapat digunakan sebagai penyesuai (matching) impedansi.

Diharapkan kedua tipe attenuasi ini dapat selalu mengikuti perubahan-perubahan besarnya impedansi output.

A dan a dinyatakan dalam decibel (db).

Karakteristik resistansi dari suatu attenuasi adalah keadaan yang menunjukkan bahwa harga hambatan masukkan (Rin) sama dengan harga hambatan beban (RL).

Tabel antara Rin dan RL

v  Harga hambatan input tergantung harga hambatan bebannya. (lihat tabel disamping).

v  Adapun besarnya karakteristik resistansi dari suatu attenuasi adalah :

 

Rins     =resistansi input saat output) dihubung singkat.

Rino=resistansi input pada saat output terbuka.

3. Analisa Attenuasi Simetris Tipe T

v  perbandingan R2 dan R1 adalah sebagai berikut :

m = R2/ R1

atau R2   =  m . R1

 

 

 

 

 

 

v  Besarnya penguatan

a   =  Vin/Vout

 

 

4. Attenuasi Simetris Tipe p

m adalah perbandingan R2 terhadap R1,dengan  merubahnya ke tipe T, maka didapatkan harga Ro :

 

 

 

 

 

 

 

Metode Pembelajaran

  • Penugasan
  • Tanya Jawab
  • Simulasi

 

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

a. Kegiatan Awal :     

  • Siswa memberikan laporan pada guru siap untuk belajar.
  • Guru mengkondisikan kelas dengan baik dan mengabsensi siswa
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dari materi yang akan dibahas

b. Kegiatan Inti

  • Siswa mampu menjelaskan pengertian attenuasi gelombang
  • Siswa mampu menjelaskan prinsip attenuasi gelombang
  • Siswa mampu menjelaskan koofesien attenuasi gelombang

 

c. Kegiatan Akhir :

  • Siswa dengan bimbingan guru meyimpulkan pelajaran

Alat Dan Bahan

AFG                 Loud Speaker

CRO                Desibel Meter

Amplifier         Multi Meter

 

Penilaian

Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen
Tes tertulis Daftar pertanyaan
  1. Jelaskan pengertian attenuasi gelombang
  2. Jelaskan prinsip attenuasi gelombang
  3. Jelaskan koofesien attenuasi gelombang
Tes praktik    
Tugas-tugas Mencari informasi pada sumber buku yang berkaitan dengan attenuasi gelombang  

 

Mengetahui,

Kepala SMK Negeri 1

 Koto XI Tarusan

Drs.  RASFIDARMI

NIP. 19660721 199512 1 001

Waka. Kurikulum

Dra. Desmi Irianti, M.Pd

NIP. 19611227 1986 03 2005

 

Tarusan ,       Juli 2011

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

ALFITH, S.Pd,M.Pd

     

RANCANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN (RPP)

 

Mata Pelajaran            :  Kompetensi Kejuruan

Kelas / Semester          :  X / 1

Tahun Pelajaran           :  2011-2012

Alokasi Waktu            :  6 jam (3 x pertemuan)

Standar Kompetensi   :  Memahami Sifat Dasar Sinyal Audio

Kompetensi Dasar       : Menjelaskan Decibel

 

Indikator

  • Dijelaskan pengertian decibel
  • Dijelaskan penerapan decibel
  • Dijelaskan dasar perhitungan decibel

 

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini siswa diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian decibel.
  2. Menjelaskan penerapan decibel
  3. Menjelaskan dasar perhitungan decibel.

 

Materi Pembelajaran

KEGUNAAN DECIBEL :

v  Dalam teknologi audio untuk mengekpresikan tingkatan sinyal dan perbedaan tekanan suara, daya, tegangan dan arus.

v  Untuk mengukur perbandingan dalam cakupan angka-angka kecil   untuk menyatakan besar dan sering juga merupakan jumlah besar yang susah dipakai.

v  Desibel juga bisa dipertimbangkan dari pandangan segi psychoacoustical   menghubungkan secara langsung tujuan stimuli yang paling berhubungan dengan perasaan.

 

 

 

1.    HUBUNGAN DENGAN DAYA

(dB) = 10 log (P1/Po).

Bell = log (P1/Po)

 

 

2. HUBUNGAN TEGANGAN ARUS DAN TEKANAN

P = I2 Z

P = E2/Z

Tingkat dB = 10 log (E1/Eo)2

= 20 log  (E1/Eo)

Tingkat dB = 10 log (I1/Io)2

= 20 log  (I1/Io).

Tingkat dB = 20 log (P1/Po).

 

3.Nilai Sinyal Puncak, Rata-rata dan rms

  • Kebanyakan pengukuran tegangan, arus atau tekanan suara dalam kerja akustik diberikan dalam rms (root mean square).
  • Nilai rms dari bentuk gelombang repetitif yang sama ekuivalen dengan nilai DC dalam daya transmisi.
  • Nilai rata-rata bentuk gelombang sinus sama dengan 2 kali nilai maksimum dibagi p atau 0,637 volt

 

Metode Pembelajaran

  • Penugasan
  • Tanya Jawab
  • Simulasi

 

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

a. Kegiatan Awal :     

  • Siswa memberikan laporan pada guru siap untuk belajar.
  • Guru mengkondisikan kelas dengan baik dan mengabsensi siswa
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dari materi yang akan dibahas

b. Kegiatan Inti

  • Siswa mampu menjelaskan pengertian decibel
  • Siswa mampu menjelaskan penerapan decibel
  • Siswa mampu menjelaskan dasar perhitungan decibel

 

c. Kegiatan Akhir :

  • Siswa dengan bimbingan guru meyimpulkan pelajaran

 

Alat Dan Bahan

AFG                 Loud Speaker

CRO                Desibel Meter

Amplifier         Multi Meter

 

Penilaian

Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen
Tes tertulis Daftar pertanyaan
  1. Jelaskan pengertian decibel
  2. Jelaskan penerapan decibel
  3. Jelaskan dasar perhitungan decibel
Tes praktik    
Tugas-tugas Mencari informasi pada sumber buku yang berkaitan dengan decibel  

 

 

 

Mengetahui,

Kepala SMK Negeri 1

 Koto XI Tarusan

Drs.  RASFIDARMI

NIP. 19660721 199512 1 001

Waka. Kurikulum

Dra. Desmi Irianti, M.Pd

NIP. 19611227 1986 03 2005

 

Tarusan ,       Juli 2011

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

ALFITH, S.Pd,M.Pd

     

 

RANCANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN (RPP)

 

Mata Pelajaran            :  Kompetensi Kejuruan

Kelas / Semester          :  X / 1

Tahun Pelajaran           :  2011-2012

Alokasi Waktu            :  8 jam (4 x pertemuan)

Standar Kompetensi   :  Memahami Sifat Dasar Sinyal Audio

Kompetensi Dasar       :  Menjelaskan konvesrsi beasaran listrik pada mikrophon dan loudspeaker

 

Indikator

  • Dijelaskan pengertian tranduser
  • Dijelaskan konversi besaran listrik pada mikrophon
  • Dijelaskan konversi besaran listrik pada loudspeaker

 

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini siswa diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian tranduser
  2. Menjelaskan konversi besaran listrik pada mikrophon
  3. Menjelaskan konversi besaran listrik pada loudspeaker

 

Materi Pembelajaran

1. DASAR LOUDSPEAKER

Loudspeaker, speaker atau sistem speaker merupakan sebuah transduser elektroacoustical yang mengubah sinyal listrik ke suara.

Speaker membawa sinyal elektrik dan mengubahnya kembali menjadi vibrasi-vibrasi fisik untuk menghasilkan gelombang-gelombang suara.

Enclosure  adalah   bagian penting  dari produksi suara karena dari permasalahan berikut berkaitan dengan radiasi langsung loudspeaker.

 

 

 

 

2. RESONANSI LOUDSPEAKER

v  Loudspeaker jenis membran radiasi langsung harus ditonjolkan sehingga bebas untuk vibras

v  Tonjolan membran ini elastik, sehingga tidak menghalangi frekuensi resonansi dari susunan membran speaker.

v  Frekuensi resonansi membran bebas ini menyimpangkan suara dengan merespon kekuatan sinyal mendekati frekuensi vibrasi asli.

 

3.KOPLING LOUDSPEAKER TERHADAP UDARA

Speaker memiliki penyesuaian impedansi terhadap udara lemah.

Disamping kerugian bass yang tidak menyenangkan, efisiensi speaker  sekitar 3-5% dibandingkan loudspeaker yang dirancang dengan baik (jenis horn efisiensi  25 sampai 50%).

 

4. PENYESUAI IMPEDANSI TERHADAP UDARA

Speaker jenis cone radiasi langsung mempunyai efisiensi rendah adalah karena kesesuaian impedansi terhadap udara yang mengendalikannya lemah.

v  Loudspeaker tanpa suatu  enclosure dalam  menghasilkan suara yang panjang gelombangnya lebih panjang dari diameter loudspeaker sangat lemah.

v  Untuk speaker  diameter 8”, sama dengan panjang gelombang frekuensi  sekitar 1700 Hz.

v  Untuk speaker 16” diameter sama dengan panjang gelombang pada 850 Hz.

v  Ini merupakan suatu alasan mengapa speaker  jenis cone  yang terbaik harus memiliki suatu enclosure untuk menghasilkan suara baik.

v  Enclosure menambah ukuran efektif loudspeaker.

 

 

 

 

 

5. DETAIL LOUDSPEAKER

v  Suatu pekerjaan teknik rancang bangun maha besar masa kini adalah   perancangan  pengeras  suara    dinamis.

v  Suatu koil suara ditempatkan sedemikian sehingga dapat bergerak bebas di dalammedanmagnit dari magnit permanen yang kuat.

v  Cone speaker  disertakan pada kumparan suara dan disertakan secara fleksibel diletakkan dan diberi cincin di luar dari pendukung speaker.

v  Karena terdapat batasan “home” atau keseimbangan posisi untuk cone speaker dan susunan penempatan elastik, maka keberadaan frekuensi resonansi cone tak bisa diabaikan.

v  Frekuensi dapat ditentukan dengan mangaturmassadan kekakuan cone dan kumaran suara dan ini diperluas dengan konstruksi alami, namun frekuensi mekanis alami dari getaran dan tingkatan frekuensi selalu dalam cakupan seputar frekuensi resonansi.

v  Bagian peran enclosure yang baik adalah meminimkan pengaruh frekuensi resonansi.

 

6. JENIS-JENIS ENCLOSURES

v  Produksi  loudspeaker fidelitas tinggi membutuhkan speaker yang dienclose karena sejumlah sifat-sifat dasar loudspeaker.

v  Loudspeaker dinamis tunggal dalam kotak tertutup akan meningkatkan kualitas suara secara dramatis.

v  Loudspeaker modern enclosure umumnya meliputi berbagai loudspeaker dengan jaringan cross over untuk memberikan respon frekuensi yang lebih mendekati seragam melintasi cakupan frekuensi audio.

v  Teknik lain untuk memperluas pemanfaatan cakupan bass dari loudspeaker adalah dengan digunakan enclosure bass reflex.

 

 

 

 

 

7. PENGGUNAAN BERBAGAI DRIVER DALAM LOUDSPEAKER

  • Dengan enclosure yang baik, loudspeaker tunggal tidak dapat diharapkan memberikan keseimbangan suara optimal mengalahkan spectrum suara yang dapat. Loudspeaker tunggal biasa disebut juga driver.
  • Driver lebih dari ukuran 8” biasa untuk menangani frekuensi rendah (bass) disebut Woofer.
  • Driver yang digunakan untuk menangani frekuensi tinggi disebut Tweeter.
  • Pada sistem loudspeaker 2 way,  ditemukan Tweeter dan Woofer.
  • Pada sistem loudspeaker 3 way, ada Woofer, Tweeter dan Midrange.
  • Speaker bass  harus mampu menyesuaikan impedansi secara efisien terhadap udara (woofer), juga harus  diberi daya lebih karena sinyal  mengendalikanmassayang besar.
  • Sinyal dengan frekuensi yang sesuai disalurkan ke speaker  dengan jaringan cross over.

 

8. CROSS OVER

Kegunaan cross over :

v  Crossover dibuat untuk merubah frekuensi tertentu

v  Untuk membatasi “frekuensi range” yang akan diterima oleh speaker.

v  Crossover digunakan untuk mengatur arus ke tweeter, ke midrange, midwoofer, dan bas ke subwoofer.

Ada dua  macam crossover:

1. Crossover pasif :

bekerja setelah mendapat output dari amplifier (kurang  efektif karena  membuang tenaga amplifier), sebab frekuensi yang diolah crossover pasif telah di “boost” (mengalami peningkatan) oleh amplifier.

2. Crossover aktif :

Proses kerjanya:

a. Signal dihasilkan oleh head unit (pure signal),

b. Dibagi sesuai dengan frekuensi yang dikehendaki

c         Dikuatkan (boost ) oleh amplifier( amplifier bekerja lebih effisien, dan frekuensi yang dihasilkan lebih tertata sesuai dengan keperluan masing-masing) ( tweeter,midrange, woofer,subwoofer)

 

Kekurangan crossover aktif:

  • Penggunaan power +12V, ground, dan remote. Secara teori hal ini bisa menimbulkan “noise” pada audio sistem,
  • Cara mengatasi dengan pemasangan yang tepat, penggunaan kualitas produk yang baik  seperti pada setiap “competition-level car audio system”.

 

v  Untuk menaikan sedikit kualitas suara audio saja, cukup dengan crossover pasif.

v  Tetapi bila menginginkan menaikkan kualitas suara yang betul-betul baik  pilihlah crossover aktif.

v  Crossover aktif memerlukan pemasangan khusus terutama untuk kabel power dan kabel ground.

v  Crossover aktif bekerja dengan cara “memotong” frekuensi yang tidak perlu sebelum di “boost” oleh amplifier sehingga amplifier dapat fokus pada frekuensi yang diinginkan, jadi tidak membuang energi power.

 

 

Metode Pembelajaran

  • Penugasan
  • Tanya Jawab
  • Simulasi

 

 

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

a. Kegiatan Awal :     

  • Siswa memberikan laporan pada guru siap untuk belajar.
  • Guru mengkondisikan kelas dengan baik dan mengabsensi siswa
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dari materi yang akan dibahas

b. Kegiatan Inti

  • Siswa mampu menjelaskan pengertian tranduser
  • Siswa mampu menjelaskan konversi besaran listrik pada mikrophon
  • Siswa mampu menjelaskan konversi besaran listrik pada loudspeaker

 

c. Kegiatan Akhir :

  • Siswa dengan bimbingan guru meyimpulkan pelajaran

 

Alat Dan Bahan

AFG                 Loud Speaker

CRO                Desibel Meter

Amplifier         Multi Meter

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengetahui,

Kepala SMK Negeri 1

 Koto XI Tarusan

Drs.  RASFIDARMI

NIP. 19660721 199512 1 001

Waka. Kurikulum

Dra. Desmi Irianti, M.Pd

NIP. 19611227 1986 03 2005

 

Tarusan ,       Juli 2011

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

ALFITH, S.Pd,M.Pd

     

 

About alfith

Menikah dengan Romi Deswita,SE pada tanggal 7 Januari 2011. Alhamdulillah pada tanggal 9 April 2012, dikaruniai seorang anak perempuan bernama Filzatul Zahra.

One response to “RPP Memahami sifat Dasar Sinyal Audio

  1. Assalamu’alaikum…
    salam kenal mas..boleh minta softcopy Rpp diatas tidak mas…mohon dikirimkan ke email saya..

    terima kasih..
    Wassalamu’alaikum…
    Khoirul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: